Saturday, May 5, 2012

Soal Psikotes

Psikotes merupakan bagian dari rangkaian seleksi sebuah lowongan kerja, yang kerap memiliki arti penting. Psikotes merupakan salah satu tahapan dalam suatu sistem seleksi penerimaan karyawan baru di sebuah perusahaan. Tes Psikotes, percaya atau tidak, merupakan perangkat untuk menangkap kecenderungan para pelamar, yang meliputi kemampuan intelektual atau kepribadian. Dua hal ini tentunya akan disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan yang tersedia.

Sebenarnya, proses psikotes itu sendiri cukup spesifik: dimulai dari perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk beberapa posisi. Lalu perusahaan tersebut menetapkan sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi para pelamar kerja. Untuk alasan efisiensi, biasanya perusahaan tersebut meminta bantuan pada lembaga psikologi terapan untuk mengadakan psikotes yng dibutuhkan. Langkah selanjutnya, dengan gambaran kualifikasi yang ditetapkan perusahaan, lembaga tersebut berusaha menangkap kemampuan dan kecenderungan untuk memenuhi kualifikasi tersebut.


Model psikotes yang dilakukan biasanya akan dipengaruhi oleh kualifikasi terhadap posisi yang dibutuhkan perusahaan yang bersangkutan. Untuk posisi tinggi semisal CEO, akan dibutuhkan proses yang relatif lebih rumit dan perangkat tes yang lebih beragam.

Biasanya terdapat 3 aspek pokok yang diungkap dalam psikotes. Ketiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan integritas yang tidak bisa dipisahkan secara segmentatif. Hasil dari ketiga aspek ini, nantinya akan menentukan "kualitas" seseorang.

1. Pertama, aspek kecerdasan umum atau intelegensi yang untuk mendeteksinya, dibutuhkan sebuah alat tes yang memancing kemampuan intelegensi umum dan kemampuan khusus. Alat tes yang biasa digunakan bisa berupa tes verbal, non-verbal dan performance.

2. Aspek kedua, karakteristik/perilaku kerja. Hal ini meliputi berbagai unsur: kecepatan, ketelitian, perencanaan dan semacamnya, biasnya disesuaikan dengan kebutuhan khusus pekerjaan.

3. Aspek ketiga adalah aspek kepribadian. Hal ini biasanya mencerminkan sisi-sisi unik seseorang. Untuk menggali aspek ini, dibutuhkan ketajaman dan kepekaan psikolog. Untuk menghindari hal-hal yang subyektif seperti marah atau tersinggung, dibutuhkan pengalaman yang memadai.

Keseluruhan hasil psikotes disesuaikan dengan kualifikasi "pesanan" perusahaan. Seseorang yang memenuhi kualifikasi, akan direkomendasikan untuk diterima. Memang, tidak semua pelamar bisa memenuhi 100 persen kualifikasi yang ditetapkan oleh sebuah perusahaan.

Yang menjadi persoalan, sebenarnya, hasil sebuah psikotes tidak mengenal adanya dikotomi lulus dan tidak lulus. Hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman. Seolah orang yang tidak bisa melewati tahap psikotes, seolah dianggap mempunyai sisi kekurangsempurnaan diri yang membuatnya tidak bisa bekerja.

Psikotes itu sendiri berupaya menangkap sisi kepribadian seseorang, sehingga dibutuhkan spontanitas dan orisinalitas respon/jawaban. Hal tersebut dibutuhkan agar hasil yang diperoleh bisa mendekati akurasi kepribadian yang sebenarnya.

Untuk mengenal lebih baik lagi tentang Psikotes dan dalam rangka mempersiapkan ujian psikotes Anda silakan miliki panduan dan tips-tips lengkap mengerjakan soal psikotes ini dalam ebook "Paket Lengkap Soal Psikotes". Paket ini berisi soal, jawaban, pembahasan, cara penilaian masing-masing tes, dan panduan serta tips lengkap mengerjakan masing-masing jenis soal psikotes. Segera pelajari ebook ini untuk kesuksesan karir anda ! Segera Join Member dan download Ebook ini di disini, Terima kasih.

Ebook tersebut disusun oleh Team ahli seperti : Bapak Taufiqurrohman, ST, SIP, M.Si. dan Ibu Haniek Farida, S.Pd, M.Psi lulusan S1 Pendidikan Bahasa Arab UIN Yogyakarta dan S2 Ilmu Psikologi UGM Yogyakarta. Berprofesi sebagai penulis buku, Dosen MK. Psikologi di Stikes Ahmad Yani Yogyakarta, serta sebagai Psikolog. Berdomisili di Yogyakarta

Copyright©2012


Related Articles:

No comments:

Post a Comment